Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui Program Beasiswa Perintis dan Aksi Biru. Hal itu disampaikannya dalam acara Momentum (Mutu Open House and Education Forum) di SMP Muhammadiyah 7 Paciran, Sabtu (12/9).
Dalam sambutannya, Wabup Dirham menyebut bahwa pendidikan di Lamongan telah merata, dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 76,81, yang termasuk dalam kategori tinggi dan di atas rata-rata Jawa Timur. Pendidikan menjadi salah satu pilar utama dalam tiga indikator IPM, bersama kesehatan dan daya beli masyarakat.
Untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal, Pemkab Lamongan meluncurkan Program Aksi Biru (Anak Tidak Sekolah Kembali Sekolah melalui Bakti Insan Guru) pada Agustus 2025. Program ini melibatkan 500 guru pendamping dari Himpaudi dan IGTKI dengan rasio 1 guru untuk 15 anak, menargetkan anak usia 7–18 tahun yang putus sekolah, lulus tidak melanjutkan, atau belum pernah bersekolah.
Selain Aksi Biru, Wabup juga menyoroti Beasiswa Perintis sebagai salah satu dari 15 program prioritas kepemimpinan YES–Dirham. Beasiswa ini menyasar tiga kategori penerima: anak tidak mampu secara ekonomi, berprestasi, dan penghafal Al-Qur’an minimal 15 juz, dengan jenjang dari SD hingga S2. Wabup Dirham juga mensosialisasikan bahwa pendaftaran Beasiswa Perintis dibuka hingga 30 September 2026 melalui laman perintis.lamongankab.go.id.
“Mulai SD hingga S2, semua terjawab di Beasiswa Perintis. Ini komitmen kami agar tidak ada anak Lamongan yang putus asa karena biaya,” ujar Wabup Dirham.
Wabup Dirham menekankan bahwa tantangan pendidikan ke depan mencakup penguatan soft skill seperti kepercayaan diri, public speaking, critical thinking, dan decision making. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, yakni pemerintah, sekolah, orang tua, dan pelaku usaha, untuk berkolaborasi menciptakan ekosistem pendidikan yang berdampak nyata.




