Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi hadir secara langsung dalam kegiatan Expo dan Rapat Kerja Nasional Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dan MAKN (EXTRANAS) ke-8 Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Sport Center Lamongan, Jumat (11/9). Bupati Yes berharap kegiatan nasional tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta menemukan best practice pengelolaan madrasah dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan nasional bergengsi yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti 137 lembaga pendidikan dari 19 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi inovasi dalam pengembangan pendidikan madrasah.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamongan, Bupati Yes menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Agama RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Lamongan sebagai tuan rumah EXTRANAS ke-8 Tahun 2026. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus spirit bagi Lamongan untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kesalehan sosial.
Beliau menambahkan, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga membawa dampak yang lebih luas melalui interaksi sosial dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati Yes menjelaskan bahwa pendidikan madrasah memiliki posisi penting dalam pembangunan masyarakat Lamongan. Saat ini terdapat 89 madrasah aliyah di bawah Kementerian Agama, termasuk dua madrasah aliyah negeri. Selain itu, terdapat lebih dari 56 ribu santri yang menimba ilmu di ratusan pondok pesantren di Kabupaten Lamongan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan mendukung penuh hal ini melalui program prioritas Lamongan Nyantri, yang memberikan perhatian terhadap penguatan kapasitas dan kemandirian santri agar memiliki bekal ilmu sekaligus kemampuan untuk berkembang dan mengambil peran di tengah masyarakat.
Ikhtiar tersebut berjalan seiring dengan capaian pembangunan sumber daya manusia dan harmonisasi sosial di Kabupaten Lamongan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tercatat mencapai 76,81, dengan indeks pendidikan sebesar 0,68, indeks kesejahteraan sosial 89,60, serta indeks kerukunan umat beragama sebesar 78,26 yang berada di atas rata-rata Jawa Timur dan nasional.
Beliau juga berharap pertemuan tersebut semakin memperkuat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah insaniah dalam semangat bersama memajukan pendidikan.




