Komitmen Kabupaten Lamongan untuk membawa komoditas perikanan budidaya tembus pasar global semakin mantap. Hal ini ditegaskan dalam perhelatan Festival Kerapu Labuhan Mendunia pada Minggu (13/9) di Area Parkir Pantai Kutang, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong. Melalui integrasi teknologi modern berbasis Internet of Things (IoT) dan penguatan manajemen hilirisasi, Bupati Yes optimis ikan kerapu Labuhan dapat bersaing secara global. Keyakinan ini tentu didasari oleh performa produksi yang konsisten dan masif.
Bupati Yes tersebut menjelaskan, capaian tahun 2025 produksi ikan kerapu hasil budidaya tambak di Kabupaten Lamongan mencatat angka 1.830,6 ton dengan nilai produksi mencapai Rp174,12 miliar. Disusul capaian tahun 2026 (triwulan II), sektor budidaya telah membukukan produksi sebesar 1.071,1 ton dengan nilai ekonomi menyentuh Rp90,95 miliar, dan tren ini diyakini akan terus meningkat hingga akhir tahun.
"Lonjakan produktivitas ini ditopang oleh transformasi besar yang dilakukan para pembudidaya ikan. Saat ini, para petambak mulai beralih menggunakan alat Venjet berbasis Internet of Things (IoT), lengkap dengan sensor kualitas air serta sistem smart aerator yang memungkinkan pemantauan kondisi tambak secara real-time langsung dari rumah," ucapnya.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ekosistem digital tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan fasilitas kepada 100 pelayan internet guna mengoptimalkan pemantauan budidaya. Langkah strategis lainnya meliputi pembinaan intensif mulai dari peningkatan produksi, tata kelola manajemen, hingga perluasan jaringan pemasaran.
"Kita juga berkonsentrasi pada perluasan lahan budidaya serta intensifikasi untuk mendongkrak kuantitas dan kualitas hasil panen secara berkelanjutan. Melalui sinergi antara teknologi, dukungan regulasi, dan kerja sama lintas sektor, tagline 'Kampung Kerapu Labuhan Mendunia' kini bukan lagi sekadar angan, melainkan target nyata yang harus didukung bersama," tambah Bupati Yes.




